Taman Nasional Tesso Nilo

Pohon Kulim: Harta Karun Tersembunyi di TN Tesso Nilo

TNTN, Januari 2025 – Di jantung hutan hujan tropis Taman Nasional Tesso Nilo, tersembunyi sebuah pohon dengan karakteristik unik yang jarang diketahui banyak orang—kulim (Scorodocarpus borneensis). Keberadaannya tak hanya menjadi bagian dari lanskap hijau yang megah, tetapi juga menyimpan segudang manfaat ekologis dan kegunaan bagi manusia.

Salah satu ciri khas paling mencolok dari kulim adalah aromanya. Daun dan bijinya mengeluarkan bau bawang yang kuat ketika diremas atau dihancurkan. Keunikan ini membuatnya sering dijuluki sebagai ‘bawang hutan’. Masyarakat lokal bahkan memanfaatkan biji kulim sebagai bumbu masakan pengganti bawang, terutama di daerah yang sulit mendapatkan bawang merah atau putih.

Kulim termasuk dalam kategori pohon raksasa, dengan tinggi mencapai 40 meter dan diameter batang yang bisa melampaui satu meter. Keberadaannya semakin langka akibat eksploitasi hutan yang terus berlangsung. Kayunya yang keras dan tahan lama menjadikannya buruan dalam industri perkayuan, meskipun kini upaya konservasi mulai gencar dilakukan untuk melindungi spesies ini.

Tak hanya sebagai bahan kuliner, kulim juga memiliki manfaat medis. Dalam pengobatan tradisional, bijinya dipercaya mengandung senyawa antibakteri dan sering digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan serta penyakit kulit. Selain itu, pohon kulim berperan sebagai penyerap karbon yang efektif, membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan habitat bagi berbagai satwa liar di Tesso Nilo.

Keberadaan pohon kulim di Tesso Nilo semakin terancam oleh deforestasi dan alih fungsi lahan. Banyak pohon besar yang ditebang tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap ekosistem. Oleh karena itu, upaya konservasi melalui rehabilitasi dan perlindungan hukum sangat penting untuk memastikan kelangsungan.

 

Sumber:

Wawancara dengan ahli konservasi di Taman Nasional Tesso Nilo,

Jurnal Biologi Tropis,

Laporan Konservasi Kehutanan 2023, serta berbagai literatur ilmiah terkait.