TNTN, 18 Maret 2025 – Hujan yang terus mengguyur hutan Tesso Nilo tak menyurutkan semangat tim patroli mandiri dari SPTN Wilayah II Baserah untuk menjaga kelestarian kawasan. Dalam perjalanan menyusuri selama dua hari, mereka bukan hanya menghadapi cuaca ekstrem, tetapi juga jejak-jejak satwa liar yang mengingatkan bahwa mereka berada di jantung ekosistem yang masih berdenyut.
Fauzan Ikmali Wantriono dan timnya mengawali patroli dengan mengecek lokasi budidaya madu milik Suryadi. Produksi madu, kata Suryadi, sedang menurun akibat curah hujan tinggi. Namun, ada kabar lain yang lebih menarik: jejak rusa dan harimau baru saja ditemukan di sekitar lokasi. Sementara itu, aktivitas ilegal seperti penggunaan chainsaw atau perambahan liar tampaknya tak terdengar.
Menelusuri jalan kaki ke area bekas perambahan, tim menemukan beberapa plang peringatan hilang atau pudar. Tanpa ragu, mereka menggantinya dengan yang baru, memastikan pesan perlindungan hutan tetap tersampaikan. Di sela perjalanan, mereka juga mengecek tanaman konservasi seperti gaharu, matoa, dan jengkol. Kabar baiknya, gaharu tumbuh subur, meskipun beberapa matoa dan jengkol masih bertahan dengan kondisi yang beragam.
Namun, hujan deras akhirnya membatasi langkah mereka. Patroli ke wilayah lebih dalam terpaksa dihentikan demi keselamatan.
Hari berikutnya, tim melanjutkan misi ke wilayah Resort Tesso. Informasi adanya pembangunan gapura dan masjid menuju Dusun Palabi Jaya membawa mereka ke lokasi, namun sesampainya di sana, tak ada satu pun pekerja yang ditemui. Berdasarkan peta kawasan, proyek tersebut berada di luar batas Taman Nasional Tesso Nilo, berbatasan dengan konsesi RAPP.
Di tengah keterbatasan, semangat mereka tetap menyala. Patroli bukan sekadar tugas, tetapi bentuk nyata perjuangan melawan ancaman yang mengintai hutan. Dengan cuaca yang tak bersahabat dan jejak satwa yang menjadi bukti keanekaragaman hayati yang masih bertahan, satu hal jelas: hutan ini masih berjuang, dan mereka ada di garis depan pertahanannya.