TNTN, 26 Februari 2025 – Bermodal tekad dan semangat, tim patroli hutan SPTN Wilayah II Baserah Taman Nasional Tesso Nilo kembali menyusuri jalur terjal demi menjaga hutan alam . Dalam patroli yang berlangsung 20-24 Februari 2025, mereka menghadapi medan berat, warga pemilik lahan sawit ilegal, hingga jejak alat berat yang diduga menggarap hutan.
Tak hanya soal perambahan, tim juga menemukan bekas stacking alat berat, sebuah indikasi bahwa pembukaan lahan telah terjadi. Dengan tekad mempertahankan hutan alam, tim memasang lima plang peringatan di berbagai titik dan memusnahkan 30 batang sawit ilegal.
Patroli juga menemukan bahwa warga inisial S, warga yang diduga menguasai lahan terbakar, kembali memantau lahannya. “Kami memastikan informasi ini dari warga setempat. Ada indikasi dia ingin menguasai lahan kembali,” ujar salah satu anggota tim. Fakta ini menjadi prioritas tim dalam menuntaskan permasalahan tersebut.
Sosialisasi terus dilakukan, mengimbau warga agar patuh pada aturan dan tidak melakukan aktivitas ilegal di hutan alam. Namun, perjuangan belum selesai. Tim patroli sampaikan akan lakukan patroli rutin di area bekas kebakaran untuk mencegah penguasaan ulang lahan oleh oknum. Selain itu, penegakan hukum terhadap pihak yang menduduki kembali pos Polisi Kehutanan juga menjadi agenda mendesak.
Di tengah keterbatasan, tim terus melangkah. Bukan sekadar patroli, tetapi sebuah perjuangan menjaga sisa hijau di tengah derasnya arus perambahan.