Taman Nasional Tesso Nilo

PENGGIRINGAN GAJAH LIAR OLEH TIM MAHOUT TN TESSO NILO

TNTN, 7 s.d 12 April 2023 – Tim Mahout Flying Squad TN Tesso Nilo bersama dengan tim BBKSDA Riau dan masyarakat melaksanakan kegiatan pencegahan konflik satwa gajah liar. Kegiatan dilaksanakan berdasarkan laporan dari masyarakat terkait gajah liar yang terlihat di kebun masyarakat tepatnya di Desa Pangkalan Lesung, Pelalawan Riau.

Sebelum terjun ke tempat kejadian, tim terlebih dahulu mendatangi Kantor Camat Pangkalan lesung untuk ikut diskusi penanganan konflik gajah liar bersama dengan pemerintahan daerah. Setelah sampai di lokasi keberadaan gajah liar, tim dan masyarakat berdiskusi dan membentuk tim menjadi dua untuk masuk ke lokasi keberadaan gajah liar tersebut.

Pada lokasi yang dituju tim langsung mengikuti jejak gajah liar. Tidak lama melakukan penyusuran jejak, tim langsung menemukan gajah liar sebanyak 3 ekor. Setelah beberapa saat berjibaku dengan dengan gajah liar tersebut, akhirnya gajah berhasil digiring sampai menyeberangi sungai utan jene. Mengingat hari sudah malam, tim akhirnya memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan mengarahkan agar masyarakat memblokade tempat penyeberangan gajah liar tersebut.

Di hari selanjutnya tim melanjutkan penyisiran jejak gajah liar untuk memantau pergerakan dari gajah liar tersebut. Setelah sampai di lokasi keberadaan gajah liar, Tim sepakat membagi tim menjadi 4 bagian untuk memantau gajah liar dari banyak sisi.

Team langsung mengikuti jejak gajah liar yang terbaru, dan langsung menemukan keberadaan gajah liar dari suara patahan ranting/dahan kayu pijakan kaki gajah liar. Selang beberapa saat tim langsung menemukan gajah liarnya sebanyak 3 ekor yang diidentifikasi berjenis kelamin jantan. Setelah melakukan penggiringan sejauh Lebih kurang 2 KM, gajah liar tersebut kembali masuk ke konsesi PT. MUSIMAS, namun disinyalir gajah liar keluar kembali dan masuk ke pemukiman masyarakat.

Hari ketiga penggiringan, tim kembali melanjutkan penyisiran jejak gajah. Info yang diperoleh tin dari masyarakat, jejak gajah liar nya masih terlihat di kebun karet tua milik salah satu warga. Sesampainya di lokasi kebun karet , Team menyisir jejak keberadaan gajah liar dengan melakukan teknik memblokade tiap-tiap pintu masuk menuju jalan kebun masyarakat untuk menggiring ke Areal Perusahaan tersebut.

Tim langsung melakukan penggiringan sejauh 1 Km melewati jalan pipa gas menuju arah konsesi PT MUSIMAS ,tapi di karenakan kondisi air di area pengusiran tersebut sedang banjir, team mengalami kesulitan saat menggiring gajah liar, dan gajah liar tersebut masih bertahan di grembel dekat TPU PKL lesung.

Keesokan harinya, tim memperoleh informasi bahwa gajah liar sudah mengarah ke perbatasan air hitam dengan jalur yang di lalui sekitaran sungai bengarai. Team bergegas dari Estate 3 PT Musimas dan langsung menuju jalan yang sudah di informasikan. Tim terus bergerak meski lokasi jalan dalam keadaan banjir, namun tidak menyurutkan tekat agar tim sampai di lokasi guna memastikan jejak gajah liar tersebut memang mengarah ke air hitam.

Akhirnya tim sampai di Sungai Bengkarei dan mendapati lokasi tersebut adalah Hutan Alam PT Musim Mas ,Namun Lokasi tersebut bukan lokasi yang di maksud dalam pencarian tim karena lokasi sungai Bengkarei ini sangat jauh dari Parit Batas Air hitam team hanya mengambil dokumentasi saja dan langsung bergegas dari lokasi tersebut.

Sepanjang perjalanan tim terus berusaha mencari lokasi yang di maksud dengan menggali informasi kepada karyawan PT Musim Mas yang sedang bekerja di sepanjang perjalanan, namun team terus kesulitan mendapatkan lokasi tersebut. Tim yang sudah kelelahan akhirnya memutuskan agar melanjutkan keesokan harinya mengingat waktu sudah sore dan menjaga stamina tim karena tengan berpuasa.