TNTN, Februari 2025 – Di tengah rimbunnya hutan Taman Nasional Tesso Nilo, ada satu penghuni yang mungkin tidak seterkenal gajah sumatra, tetapi memiliki pesona tersendiri—beruang madu (Helarctos malayanus). Mamalia unik ini adalah spesies beruang terkecil di dunia dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
“Ukuran Kecil, Keberanian Besar”
Dibandingkan dengan spesies beruang lainnya, beruang madu tergolong mungil. Panjang tubuhnya hanya sekitar 120–150 cm dengan berat berkisar antara 25–65 kg. Namun, jangan tertipu oleh ukurannya yang kecil! Beruang madu dikenal sebagai pemanjat ulung yang mampu bergerak lincah di atas pepohonan. Cakarnya yang panjang dan kuat memungkinkan mereka menggali sarang lebah di batang kayu serta memanjat pohon dengan mudah.
“Lambang Kecerdasan dan Ketangkasan”
Beruang madu bukan hanya hewan yang kuat, tetapi juga cerdas. Mereka dikenal mampu menggunakan cakarnya untuk mencongkel kayu guna mencari semut, lebah, atau serangga lainnya. Lidahnya yang panjang—bisa mencapai 25 cm—membantu mereka mengisap madu dari sarang lebah, yang menjadi salah satu makanan favorit mereka.
“Peran Penting dalam Ekosistem”
Beruang madu memiliki peran ekologis yang tidak bisa dianggap remeh. Mereka adalah penyebar biji alami, terutama dari buah-buahan hutan yang mereka konsumsi. Ketika mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain, biji-biji yang keluar bersama kotorannya akan tumbuh menjadi pohon baru. Selain itu, dengan menggali batang kayu untuk mencari serangga, mereka juga membantu mempercepat proses dekomposisi, yang bermanfaat bagi kesehatan hutan.
“Ancaman dan Upaya Konservasi”
Sayangnya, populasi beruang madu di alam liar semakin berkurang akibat perburuan ilegal dan deforestasi. Banyak yang diburu untuk diambil empedunya, yang digunakan dalam pengobatan tradisional, atau diperdagangkan sebagai hewan peliharaan eksotis. Tesso Nilo menjadi salah satu benteng terakhir bagi kelangsungan hidup mereka di Sumatra. Oleh karena itu, berbagai upaya konservasi terus dilakukan, termasuk patroli anti-perburuan dan program edukasi bagi masyarakat sekitar agar lebih memahami pentingnya menjaga spesies ini.
“Menjaga Beruang Madu, Menjaga Hutan”
Kelangsungan hidup beruang madu sangat bergantung pada keberlanjutan hutan Tesso Nilo. Jika habitatnya hilang, maka spesies ini juga akan ikut terancam. Sebagai bagian dari ekosistem, beruang madu adalah indikator kesehatan hutan yang harus kita jaga bersama. Mari lindungi mereka dengan tidak mendukung perdagangan satwa liar serta mendukung program konservasi yang ada.
Di balik tubuh mungilnya, beruang madu adalah raja kecil di kanopi hutan. Keberadaannya di Tesso Nilo adalah harta yang harus terus kita pertahankan demi keseimbangan alam yang lebih baik. Karena saat kita menjaga beruang madu, sejatinya kita sedang menjaga masa depan hutan kita.