Taman Nasional Tesso Nilo

Mengenal Kucing Kuwuk: Si Pemangsa Mini yang Makin Terancam

Pernah dengar kucing kuwuk? Kalau belum, siap-siap jatuh hati (atau malah ciut nyali, tergantung sudut pandangmu). Kucing kuwuk, alias Prionailurus bengalensis, adalah salah satu kucing liar asli Asia yang ukurannya cuma sedikit lebih besar dari kucing rumahan. Tapi jangan salah! Di balik wajah imutnya, dia adalah pemburu ulung di hutan. Yuk, kita kenalan lebih dekat sama kucing kuwuk, si ninja kecil dari alam liar.

Kucing kuwuk dikenal dengan tubuh ramping, panjang sekitar 40–60 cm (belum termasuk ekornya yang hampir sama panjangnya). Berat badannya cuma sekitar 3–5 kg, cukup ringan buat melompat-lompat di antara dahan. Bulunya dihiasi pola tutul seperti macan tutul mini, membuatnya terlihat seperti versi kecil dari para raja hutan.

Soal makanan, kucing ini doyan berbagai jenis mangsa, mulai dari tikus, burung, reptil, hingga serangga. Mereka aktif berburu di malam hari, dan kemampuan memanjatnya yang jempolan bikin mangsanya susah kabur.

Kucing kuwuk biasanya tinggal di hutan tropis, semak belukar, hingga perkebunan. Sayangnya, habitat mereka semakin sempit akibat deforestasi. Di Indonesia, kucing kuwuk bisa ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, dan beberapa pulau kecil lainnya. Khususnya di Taman Nasional Tesso Nilo, penampakan kucing kuwuk masih kerap ditemukan.

Tapi ada kabar buruk: perburuan dan perdagangan ilegal juga jadi ancaman besar. Banyak yang mengira kucing kuwuk bisa dijadikan peliharaan karena ukurannya kecil dan terlihat lucu. Padahal, mereka bukan kucing rumahan! Membawa mereka keluar dari habitat aslinya nggak cuma menyakiti si kuwuk, tapi juga merusak ekosistem.

Menurut IUCN Red List, kucing kuwuk masuk kategori “Least Concern” alias risiko rendah. Tapi, jangan langsung tenang. Di beberapa daerah, populasinya menurun drastis karena ancaman tadi. Di Indonesia, kucing ini dilindungi oleh undang-undang. Jadi, jangan coba-coba menangkap, memperdagangkan, atau memeliharanya, ya.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  1. Jaga hutan: Jangan cuma peduli soal kucing kuwuk, tapi keseluruhan ekosistemnya. Dukung konservasi hutan dan pelestarian lingkungan.
  2. Tolak perburuan dan perdagangan ilegal: Laporkan ke pihak berwajib kalau tahu ada yang memperdagangkan satwa liar, termasuk kucing kuwuk.
  3. Sebarkan edukasi: Semakin banyak orang tahu pentingnya melestarikan kucing kuwuk, semakin besar peluang mereka bertahan.

Kucing kuwuk memang kecil, tapi perannya besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sayangnya, ancaman terhadap mereka terus meningkat. Jadi, yuk, kita jadi bagian dari solusi dengan menjaga hutan dan menolak perdagangan satwa liar.

Karena siapa lagi yang bisa jadi pembela si kecil tutul ini kalau bukan kita?

Sumber:

  • IUCN Red List: Prionailurus bengalensis
  • Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia
  • foto: wikipedia