Taman Nasional Tesso Nilo

Menelusuri Rotan di Jantung Tesso Nilo: Antara Ekologi dan Ekonomi

TNTN, Februari 2025 – Di tengah hamparan hutan lebat yang membentang di Taman Nasional Tesso Nilo, ada satu tanaman yang sering luput dari perhatian, namun memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang luar biasa: rotan. Tanaman ini bukan hanya sekadar sulur liar yang melilit pepohonan, tetapi juga bagian penting dari ekosistem dan kehidupan masyarakat sekitar.

Rotan adalah tanaman dari keluarga Arecaceae yang tumbuh merambat dan sering kali mencapai panjang puluhan meter. Tidak seperti kayu yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh besar, rotan memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, membuatnya menjadi sumber daya yang lebih berkelanjutan jika dikelola dengan baik.

Keunikan rotan tidak hanya terletak pada fleksibilitas dan ketahanannya, tetapi juga pada penggunaannya yang sangat luas. Dari anyaman tradisional hingga furnitur kelas dunia, rotan telah menjadi komoditas yang dihargai tinggi. Bahkan, beberapa jenis rotan dari Sumatra dikenal memiliki serat yang lebih kuat dan berkualitas premium di pasar internasional.

Sebagai salah satu kawasan hutan hujan tropis yang tersisa di Sumatra, Taman Nasional Tesso Nilo menjadi rumah bagi berbagai jenis rotan. Tanaman ini tumbuh liar di antara pepohonan besar, menciptakan jejaring alami yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Rotan memiliki peran penting dalam ekologi hutan. Sebagai tanaman merambat, rotan membantu menyediakan habitat bagi berbagai satwa liar, termasuk burung, primata, dan serangga. Selain itu, keberadaannya membantu mengurangi tekanan terhadap eksploitasi kayu keras karena bisa menjadi alternatif sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Di satu sisi, rotan adalah sumber daya yang berharga, tetapi di sisi lain, eksploitasi yang tidak terkendali dapat merusak ekosistem hutan. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan konservasi dan pemanfaatan yang berkelanjutan.

Masyarakat sekitar Tesso Nilo telah lama memanfaatkan rotan untuk berbagai kebutuhan, dari pembuatan keranjang, tikar, hingga perabot rumah tangga. Dengan pengelolaan yang baik, rotan bisa menjadi sumber mata pencaharian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga membantu menjaga kelestarian hutan. Program-program pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan hutan berbasis komunitas dapat menjadi solusi agar rotan tetap lestari dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Sebagai bagian dari ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo, rotan adalah simbol keseimbangan antara alam dan manusia. Melalui pemanfaatan yang bijak dan berbasis konservasi, kita tidak hanya melindungi tanaman ini, tetapi juga menjaga kelangsungan hutan sebagai paru-paru dunia.

Rotan bukan sekadar tanaman liar. Ia adalah harta karun tersembunyi yang, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi bagian dari solusi dalam upaya pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat. Sudah saatnya kita melihat rotan bukan hanya sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan.

 

Daftar Pustaka

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (2023). Laporan Ekologi Hutan Rotan di Sumatra. Jakarta: KLHK. WWF Indonesia. (2022). Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Tesso Nilo. Jakarta: WWF. Jurnal Kehutanan Tropis. (2021). Potensi dan Konservasi Rotan di Sumatra. Vol. 15, No. 2, 45-59. Wawancara dengan Masyarakat Adat di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo. (2024).