Taman Nasional Tesso Nilo

KUKANG PRIMATA YANG MENGGEMASKAN

Published by Humas TNTN on

Balai Taman Nasional Tesso Nilo, terletak di Riau, Indonesia, merupakan salah satu kawasan hutan hujan dataran rendah yang penting untuk konservasi. Taman ini dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk berbagai spesies langka seperti gajah Sumatera, harimau Sumatera, dan kukang.

Kukang memiliki tingkat reproduksi yang lambat. Biasanya, mereka melahirkan satu anak setelah masa kehamilan sekitar enam bulan. Anak kukang sering kali ditinggalkan di ranting sementara induknya mencari makan. Induk kukang juga menyapukan bisa dari kelenjar lengannya ke tubuh anaknya sebagai perlindungan.

Kukang bersifat omnivora, mengkonsumsi berbagai jenis makanan seperti hewan-hewan kecil, buah-buahan, getah pepohonan, dan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Pola makan ini memungkinkan kukang untuk beradaptasi dengan berbagai jenis habitat dan sumber makanan yang tersedia di hutan Tesso Nilo.

Kukang bersifat omnivora, mengkonsumsi berbagai jenis makanan seperti hewan-hewan kecil, buah-buahan, getah pepohonan, dan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Pola makan ini memungkinkan kukang untuk beradaptasi dengan berbagai jenis habitat dan sumber makanan yang tersedia di hutan Tesso Nilo

Kenapa dijuluki primata menggemaskan?

Penampilan Fisik yang Imut
Kukang memiliki mata besar yang memancarkan kesan lucu dan menggemaskan. Mata besar ini juga membantu mereka melihat dengan baik di malam hari karena mereka adalah hewan nokturnal. Wajah mereka yang bulat dan moncong pendek menambah kesan manis dan menarik, mirip dengan boneka atau karakter kartun​

Gerakan yang Lambat dan Hati-Hati
Pergerakan kukang yang sangat lambat dan hati-hati menambah daya tarik mereka. Gerakan ini terlihat seperti mereka selalu sangat berhati-hati dan penuh perhatian, membuat mereka tampak lembut dan tidak mengancam. Hal ini sering kali menimbulkan perasaan ingin melindungi dari orang yang melihatnya​

Ukuran Tubuh yang Kecil
Kukang memiliki tubuh yang relatif kecil dan kekar dengan ekor sangat pendek. Ukuran tubuh yang mungil ini membuat mereka terlihat seperti bayi hewan, yang sering kali dianggap lucu dan menggemaskan oleh manusia

Perilaku Menggenggam
Kukang memiliki kemampuan untuk menggenggam erat ranting pohon dengan tangan dan kakinya. Mereka sering terlihat menggantung atau duduk di pohon dengan cara yang tampak sangat tenang dan nyaman, yang menambah kesan lucu​

Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah kukang yang sering kali terlihat tenang dan damai menambah kesan menggemaskan. Mereka tidak menunjukkan ekspresi agresif atau menakutkan, sehingga menimbulkan perasaan tenang dan damai pada orang yang melihatnya​

Perlindungan Anak
Cara kukang merawat anaknya juga menambah daya tarik mereka. Induk kukang sering kali terlihat sangat protektif dan perhatian terhadap anaknya, yang menimbulkan perasaan hangat dan peduli bagi yang menyaksikannya​. Kukang betina sering kali membawa anaknya dengan menggigit dan menggenggam erat anaknya saat berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Anak kukang biasanya menggantung di perut induknya atau ditinggalkan di cabang pohon saat induknya mencari makanan. Ini dilakukan untuk memastikan anaknya tetap aman dan tidak mudah dijangkau oleh pemangsa

Kombinasi dari penampilan fisik, perilaku protektif, gerakan unik, dan keunikan habitat menjadikan kukang sebagai primata yang menggemaskan di mata banyak orang. Kehadirannya di Tesso Nilo mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan hutan, rumah bagi makhluk kecil nan mempesona ini. Setiap tatapan mata kukang penuh rasa ingin tahu mengajak kita untuk menghargai dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada di bumi.

Sumber:

Nekaris, K.A.I., and R. Starr. “Kukang: Primata Malam yang Menggemaskan.” Primate Conservation 28 (2014): 1-15.

Nijman, V., and N. Hadi. “Perdagangan Kukang di Pasar Satwa liar di Indonesia: Implikasi untuk Konservasi.” Oryx 42, no. 4 (2008): 595-601.

Rademaker, M., et al. “Dinamika Populasi Kukang di Hutan Tropis Sumatera.” Journal of Wildlife Management 72, no. 7 (2008): 1542-1551.

Russon, A.E., and E.M. Meijaard. “Ekologi dan Perilaku Kukang di Hutan Kalimantan.” International Journal of Primatology 29, no. 4 (2008): 1033-1052.

Schwitzer, C., et al. “Kukang: Spesies yang Terancam Punah.” IUCN Red List of Threatened Species. Versi 2023.1. https://www.iucnredlist.org (diakses pada 21 Mei 2024).

Sumber Foto: https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/kukang-prosimian

Categories: Berita