Taman Nasional Tesso Nilo

KIJANG SATWA YANG INTROVERT

Kijang (Muntiacus Muntjak Zimmermann ) adalah kelompok rusa yang tergabung dalam. Kijang berasal dari Dunia Lama dan dianggap sebagai jenis rusa tertua, telah ada sejak 15-35 juta tahun yang lalu, dengan sisa-sisa dari masa Miosen ditemukan di Prancis dan Jerman. Pada masa sekarang, kijang hanya dapat ditemui di Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari IndiaSrilangkaIndocina, hingga kepulauan Nusantara. Beberapa jenis diintroduksi di Inggris dan sekarang banyak dijumpai di sana.

Ciri khas kijang adalah panjang tubuh berkisar antara 98-111 cm. tinggi pundak  98-120 cm. Bagian punggung berwarna kadru, tanduk kurang dari 130 mm. badan tertutup oleh rambut pendek dan lembut kecuali sekitar teling yang rambutnya jarang. Warna rambut bervariasi dari coklat hingga kekuningan atau coklat keabuan dengan bitnik berwarna krem atau keputihan. Bagian perut berwarna lebih terang.

Habitat: Kijang hidup di alam primer dan sekunder, padang rumput, dan savanna dengan tujuan agar gampang mencari makan dan berkembang biak.

Pola Hidup: Kijang merupakan satwa yang pemalu dan lebih suka hidup sendiri (Soliter) dengan kebiasaan mencari makan sendiri ditepi sungai ataupun dipadang rumput dan semak belukar.

Sebaran: Populasi kijang ini banyak tersebar di daerah hujan tropis Asia Tenggara, penyebarannya terdapat di Indonesia (Sumatera), Cina Selatan, Burma, serta semenanjung Malaya.

Sebaran di TN. Tesso Nilo: Upaya konservasi dilakukan untuk melindungi Kijang dan habitatnya di Taman Nasional Tesso Nilo. Ini termasuk pengawasan terhadap aktivitas ilegal, pemulihan habitat yang rusak, serta pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam. Untuk populasi kijang terletak di area hutan sekunder, hutan terbuka, semak belukar tepatnya di daerah Air Hitam, Bagan Limau, Resort Onangan Nilo, dan Resort Lancang Kuning Air Sawan.

Makanan: Kijang merupakan satwa (Omnivora) pemakan segala yaitu berupa buah, daun, rumput, tetapi kadang-kadang makan telur dan bahkan serangga.

Penulis : Sahrul Amal, Editor : Tim Humas TNTN

sumber foto : https://www.idntimes.com/