Taman Nasional Tesso Nilo

KIAT-KIAT MENGHINDARI KONFLIK DENGAN HARIMAU SUMATERA

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu spesies harimau yang sangat terancam punah. Populasinya yang semakin menurun akibat perburuan liar dan hilangnya habitat alami membuat harimau ini sering memasuki area pemukiman manusia, sehingga meningkatkan risiko konflik. Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar habitat harimau Sumatera, penting untuk mengetahui cara menghindari dan mengatasi konflik dengan satwa liar ini. Berikut adalah beberapa strategi dan kiat praktis yang dapat diterapkan:

Mengelola Habitat dan Penggunaan Lahan
Pembangunan Terencana, Pastikan pembangunan pemukiman dan pertanian tidak mengganggu koridor alami yang digunakan harimau untuk bergerak dan berburu.Lakukan reforestasi di area yang telah rusak untuk mengembalikan habitat alami harimau dan menyediakan sumber makanan yang cukup bagi mereka di hutan.

Penjagaan Ternak yang Ketat
Membuat kandang yang Aman Gunakan bahan yang kokoh seperti besi atau kayu keras untuk membuat kandang yang kuat. Kandang harus dilengkapi dengan pintu yang dapat dikunci dengan aman.Gembalakan ternak di area yang jauh dari hutan atau wilayah yang diketahui sebagai habitat harimau. Usahakan menggembalakan ternak pada siang hari dan mengandangkannya pada malam hari.

Teknik Penggiringan Kembali ke Habitatnya
Gunakan bunyi-bunyian keras seperti lonceng, klakson, atau petasan untuk mengusir harimau dari area peternakan, dengan Aroma yang Tidak Disuka Beberapa aroma tertentu, seperti urin manusia atau bau menyengat lainnya, dapat digunakan sebagai pengusir alami bagi harimau.

Edukasi dan Sosialisasi
Ikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau organisasi konservasi mengenai cara menghadapi dan menghindari konflik dengan harimau.Tingkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga habitat harimau dan cara-cara mengurangi konflik.

Pengawasan dan Patroli
Lakukan patroli rutin di sekitar pemukiman dan lahan peternakan untuk mendeteksi tanda-tanda kehadiran harimau. Bekerja sama dengan pihak berwenang dan organisasi konservasi untuk melakukan pengawasan dan penanganan jika terjadi konflik.

Pelaporan Cepat
Segera laporkan ke pihak berwenang jika melihat jejak atau tanda-tanda kehadiran harimau di sekitar pemukiman. Ikuti arahan dari pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut dalam penanganan kehadiran harimau.

Menghindari konflik dengan harimau Sumatera memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak. Dengan mengelola habitat dan penggunaan lahan secara bijaksana, menjaga ternak dengan ketat, menggunakan pagar pengaman dan penerangan yang memadai, serta melibatkan anjing penjaga, masyarakat dapat mengurangi risiko serangan. Edukasi, sosialisasi, patroli rutin, dan pelaporan cepat juga penting untuk memastikan keselamatan komunitas dan kelestarian harimau Sumatera. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi konservasi akan sangat membantu dalam menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan keamanan manusia.

Daftar Pustaka:
Tilson, R., & Nyhus, P. J. (2010). Tigers of the World: The Science, Politics, and Conservation of Panthera tigris. Elsevier.

Sunarto, M., Kelly, M. J., Parakkasi, K., & Klenzendorf, S. (2013). “Tigers need cover: Multi-scale occupancy study of the big cat in Sumatran forest and plantation landscapes.” PLoS ONE, 8(1), e75971.

Wibisono, H. T., & Pusparini, W. (2010). “Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae): A review of conservation status.” Integrative Zoology, 5(4), 313-323.

WWF Indonesia. (2019). Harimau Sumatera: Strategi Konservasi dan Tantangan. Jakarta: WWF Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2020). Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Harimau Sumatera 2018-2028. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Seidensticker, J., Christie, S., & Jackson, P. (1999). Riding the Tiger: Tiger Conservation in Human-dominated Landscapes. Cambridge University Press.

Ministry of Environment and Forestry of Indonesia. (2016). National Strategy and Action Plan for Sumatran Tiger Conservation 2015-2025. Jakarta: Ministry of Environment and Forestry.

Penulis : Sahrul Amal, S.I.Kom