TNTN, Februari 2024 – Lima hari menelusuri rimba TN Tesso Nilo, tim patroli dari SPTN Wilayah II Baserah menembus medan berat demi memastikan hutan tetap lestari. Dengan peta kerja, alat komunikasi, dan aplikasi pemetaan digital, mereka menjalankan misi pengawasan dan perlindungan terhadap kawasan yang terus menghadapi ancaman.
Hari pertama dimulai dengan persiapan di Pasar Baserah, membeli perlengkapan untuk patroli panjang. Esoknya, tim bergerak ke titik wilayah bekas kebakaran tahun 2024 di Resort Situgal. Jalanan yang becek akibat musim hujan memperlambat perjalanan.
Sesampainya di lokasi, tim berjalan kaki menyusuri area pemulihan ekosistem. Bibit mahoni, durian, matoa, sirsak, dan rambutan yang ditanam bersama warga menunjukkan hasil menggembirakan—sekitar 80% tumbuh subur. Namun, beberapa area masih kosong dan membutuhkan penanaman ulang agar hutan kembali hijau.
Hari berikutnya tim menelusuri batas kawasan TN Tesso Nilo dengan area bufferzone perusahaan. Jalur utama yang biasa dilewati terputus akibat banjir, memaksa mereka mencari jalan lain. Meski lebih jauh, rute ini memberikan kesempatan untuk memantau kondisi hutan yang tersisa.
Di perjalanan, tim menemukan spanduk imbauan bahaya kebakaran yang rusak. Tanpa ragu, mereka memperbaikinya agar tetap terlihat oleh para pelintas. Perjalanan berlanjut hingga ke lokasi budidaya lebah madu, tempat mereka bertemu dengan Suryadi, seorang peternak lebah. Ia mengungkapkan kekhawatirannya soal rencana pembukaan lahan sawit di dekat kawasan budidaya. Informasi ini menjadi sinyal peringatan bagi tim untuk bersiap mencegah aktivitas ilegal tersebut.
Di hari keempat, tim memasuki area lain dan menemukan lahan baru yang diduga akan dijadikan kebun sawit. Area tersebut ditanami bibit sawit berusia sebulan. Tanpa menunggu lama, tim mencabut sebagian bibit sebagai tindakan awal pencegahan.
Di seberang jalur utama, hutan yang masih utuh terlihat kontras dengan lahan yang baru dibuka. Akasia mangium dan tanaman pionir lain tumbuh rapat, menjadi benteng alami terakhir sebelum batas kawasan TN Tesso Nilo. Temuan ini menegaskan pentingnya patroli lebih sering di lokasi tersebut untuk mencegah perambahan lebih lanjut.
Hari terakhir, tim menyempatkan diri untuk menyelesaikan berkas administrasi di SPTN II Baserah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Desa Gondai. Di sana, mereka berdiskusi dengan perangkat desa dan kelompok tani, membangun sinergi dalam menjaga kelestarian hutan.
Dari perjalanan ini, jelas bahwa patroli rutin harus terus diperkuat. Tim ungkap sampaikan akan lakukan tambahan plang peringatan di sepanjang jalur patroli, dan pengawasan lebih ketat di area budidaya lebah. Sebab, menjaga hutan bukan sekadar tugas, melainkan komitmen untuk masa depan yang lebih hijau.