Taman Nasional Tesso Nilo

Benteng Terakhir Hutan: Tim Patroli Lawan Jejak Perusakan

TNTN , 11 Maret 2025 – Menyusuri belantara yang sunyi, tim patroli dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah kembali bergerak menjaga benteng terakhir hutan alam. Selama tiga hari, 8-10 Maret 2025, mereka menembus rimbunnya hutan dengan tekad satu: memastikan kawasan ini tetap lestari.

Dengan berjalan kaki sejauh lima kilometer, tim yang dipimpin oleh Kepala SPTN Wilayah II Baserah menemukan berbagai tanda kehidupan liar. Keberadaan satwa yang tercatat dalam aplikasi Smartpatrol menjadi bukti bahwa hutan ini masih menjadi rumah bagi mereka. Namun, perjalanan mereka tak lepas dari rintangan. Pohon-pohon tumbang menghalangi jalur patroli, dan jejak masa lalu kembali terungkap—pondok perambah yang telah dihancurkan tahun lalu kini tinggal puing lapuk.

Patroli berlanjut ke areal lain, tempat tim mengecek kondisi pondok perambah yang sebelumnya telah dihancurkan. Yang mengejutkan, plang peringatan yang telah mereka pasang lenyap, diduga dihilangkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Tanpa ragu, tim kembali memasang plang baru, menegaskan bahwa hutan ini tetap dalam pengawasan.

Namun, alarm bahaya kembali berbunyi. Tim menemukan bukaan baru, tenda kerja, serta rintisan dan pancang yang dipasang sebulan terakhir. Pohon-pohon ditandai dengan angka merah, menandakan persiapan eksploitasi lebih lanjut. Meski tak menemukan pelaku di lokasi, jejak aktivitas ilegal ini cukup memberi peringatan keras: perambahan masih mengintai di setiap sudut hutan.

Perjalanan ini bukan sekadar patroli biasa. Ini adalah pertempuran senyap antara pelestarian dan eksploitasi. Tim ungkap akan patroli lebih intensif di area rawan, serta pemasangan plang peringatan lebih banyak agar tidak ada lagi tangan-tangan tak bertanggung jawab yang mencoba merebut hutan dari kehidupan aslinya.

Mereka bukan sekadar penjaga. Mereka adalah benteng terakhir bagi hutan yang masih berdiri gagah. Selama mereka masih melangkah, hutan Baserah tetap punya harapan.